Antisipasi Terjadi Lonjakan, Kemendag dan Kementerian Teknis akan Bahas Stok Gula

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Suhanto.

JAKARTA –Kebutuhan komoditi gula saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri pada umumnya akan terjadi kenaikan,baik permitaan maupun harganya.

Terkait dengan itu, pemerintah memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas pasokan maupun harganya  komoditi gula itu.

Direktur Jenderal Perdagangan, Dalam Negeri Kementrian Perdagangan, Suhanto mengatakan,untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan permintaan maupun harga gula di pasar, perlu dlakukan pembahasan stok gula yang tersedia di gudang-gudang  milik distributor maupu gudang pabrik gula itu sendiri..

‘‘Guna mengetahui, berapa stok yang masih tersedia di masyarakat maupun di industri gula, kami dari  Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag hari ini, Kamis(5/3/2020) mengadakan  Rakornis dengan mengundang pejabat Eselon I dari  Lembag/Kementerian teknis terkait. Dalam Rakornis itu nantinya akan dibahas berapa stok gula yang tersedia. Apakah stok yang tersedia ini bisa mencukupi  untuk kebutuhan pada bulan puasa dan lebaran’’ papar Suhanto di sela-sela Raker Kemendag, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Suhanto melanjutkan,jika dalam Rakornis itu dinyatakan stok gula yang tersedia ini cukup untuk kebutuhan selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, maka tidak pelu dilakukan impor. Demikian sebaliknya, bila stok yang ada dinilai tidak mencukupi, solusi yang akan ditempuhnya adalah impor..

‘’Hasil Rakornis ini akan disampaikan ke Pak Menteri dan nantinya akan dibahas dalam Rakortas,’’jelas Suhanto.

Dia menambahkan, kebutuhan gula secara nasional rata-rata per bulan sebesar 250 ribu ton.. (Lili)

290 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *