Sebelum Dipulangkan, WNI Eks ISIS Perlu Didata Terlebih Dahulu

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudi

 

JAKARTA- Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin berpendapat pemerintah terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS yang masih di Timur Tengah, sebelum  dilakukan pemulangan merka. Pendataan itu penting untuk dilakukan,karena dari ratusan WNI yang di Timur Tengah tersebut tidak semuanya melakukan kesalahan dan sudah kehilangan kewarganegaraannya.

“Saya kira WNI yang sedang berada  di Timur Tengah itu tidak semua ISIS. Karena itu, bila WNI yang tidak ikut ISIS,negara wajib melindungi mereka. Ini sesuai konstitusi, negara wajib memberikan perlindungan kepada seluruh rakyat dan tanah tumpah darah Indonesia,’ujar Din Syamsudin, di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Din mengatakan lebih lanjut, pemerintah  diharapkan mampu mengambil keputusan dengan baik dan bijaksana. Menurut dia, nanti setelah WNI tersebut kembali ke Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) harus melalukan deradikalisasi bagi mereka yang terpapar.

“Setelah itu diterima dengan catatan, dengan pengetatan, katakanlah mereka disadarkan kembali jangan berpikiran lain. Maksudnya mereka itu jangan lagi terpapar terhadap ideologi ISIS, melainkan  bersama-sama pada ideologi Pancasila yang menjadi palasafah NKRI ” ujarnya.

Jika mereka sudah dihilangkan kewarganegaraannya,menurut Din tidak usah diurus, karena   merepotkan.

Din menambahkan, tidak masalah apabila  Pemerintah Indonesia baru mengumumkan nasib WNI eks ISIS pada Mei 2020 mendatang.  Karena persoalan ini memang harus dilakukan pengkajian dan pendataan yang lengkap, sehingga tidak ada yang kecolongan (Fajar).

953 kali dilihat, 22 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *