Pasok Kebutuhan Industri Alas Kaki, Kemenperin Tempa 500 Peserta Diklat 3in1

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Eko S.A. Cahyanto berbincang dengan salah satu peserta Diklat 3in1 Operator Jahit Upper Alas Kaki Angkatan I-V Tahun 2020 di Garut, Jawa Barat, Jumat (31/1/2020).

 

GARUT- Kementerian Perindustrian terus memacu daya saing industri alas kaki di dalam negeri karena memiliki orientasi ekspor. Salah satu langkah strategis yang aktif dijalankan adalah mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar mampu menciptakan produk yang bermutu.

“Bersama industri tekstil dan pakaian, industri alas kaki pun mendapat prioritas pengembangan dan dipersiapkan untuk memasuki era industri 4.0 agar lebih berdaya saing di kancah global. Hal ini sejalan dengan implementasi roadmap Making Indonesia 4.0,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto pada Pembukaan Diklat 3in1 Operator Jahit Upper Alas Kaki Angkatan I-V Tahun 2020 di Garut, Jawa Barat, Jumat (31/1/2020).

Eko mengatakan lebih lanjut, sebagai kelompok sektor padat karya dan berorientasi ekspor, industri alas kaki selama ini telah memberikan kontribusi yang signfikan terhadap perekonomian nasional. Ini tercermin dari capaian nilai pengapalan produk kulit, barang dari kulit dan alas kaki dari Indonesia yang mampu menembus hingga 5,12 miliar Dolar AS sepanjang tahun 2019.

“Kami tetap optimistis, nilai ekspor alas kaki akan meningkat pada tahun ini. Apalagi dengan adanya peluang investasi industri alas kaki di Indonesia yang semakin terbuka lebar setelah terjadinya perang dagang antara China dan Amerika Serikat,” paparnya.

Namun demikian, ucap Eko, guna mengejar target dan kinerja positif dari industri alas kaki Indonesia, perlu didukung ketersediaan tenaga kerja yang kompeten sehingga dapat menggenjot kualitas dan kapasitas nasional.

‘’Oleh karena itu, Kemenperin melalui BPSDMI rutin menggelar Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja) untuk operator jahit upper alas kaki,’’imbuh Eko.

Dia menambahkan, target peserta Diklat 3in1 selama tahun 2020 akan melibatkan sebanyak 35.000 orang. Pelaksanaannya bakal tersebar di tujuh Balai Diklat Industri Kemenperin yang bekerjasama dengan pusat pelatihan milik perusahaan atau asosiasi industri.

“Sementara itu, khusus untuk Diklat 3in1 sektor alas kaki, sepanjang tahun 2019 telah terealisasi target peserta yang ikut serta sebanyak 10.751 orang yang digelar oleh Pusdiklat dan BDI di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur,” tuturnya.

Total peserta Diklat 3in1 Operator Jahit Upper Alas Kaki Angkatan I-V Tahun 2020 sebanyak 500 orang yang berasal dari wilayah Garut dan sekitarnya. Selama 20 hari, seluruh peserta akan dibekali pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam mengoperasikan mesin jahit upper alas kaki oleh tenaga instruktur yang mayoritas berasal dari pihak industri dan asosiasi.

Pada akhir pelatihan, seluruh peserta akan mengikuti sertifikasi kompetensi dengan mekanisme uji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi yang ditunjuk dengan skema sesuai materi pelatihan yang diberikan. Melalui mekanisme sertifikasi kompetensi ini, peserta akan mendapat pengakuan terhadap kompetensi yang dimilikinya sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kerja dan daya saing industri. (Lili)

531 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *