2020-2021 Hati-hati di Papua Barat, Ini Sebabnya

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Tornagogo Sihombing

Manokwari — Tahun ini masyarakat Papua Barat diharap meningkatkan kemampuan untuk menahan diri. Kepolisian mengkhawatirkan dua hal di tahun ini dan tahun depan dapat memicu kerawanan dan konflik di Papua Barat.

Dua hal itu adalah Pilkada Serentak di tahun 2020 dan berakhirnya kucuran dana otonomi khusus di tahun 2021.

Sebagaimana diketahui tahun ini sebanyak 9 daerah akan menyelenggarakan Pilkada Serentak. Daerah-daerah itu adalah Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Fakfak, Raja Ampat serta Sorong Selatan.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Tornagogo Sihombing di Manokwari mensinyalir akan timbul pro dan kontra di kalangan masyarakat maupun elit terkait pilihan politik. Kapolda mengingatkan, perbedaan pilihan itu dapat dimanfaatkan pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk menimbulkan kegaduhan.

Sementara berakhirnya pengucuran dana otonomi khusus juga dapat menimbulkan sensitivitas tersendiri bagi masyarakat di Papua dan Papua Barat. Sensitivitas itu pun dapat ‘digoreng’ pihak tertentu sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan serta konflik.

8,491 kali dilihat, 21 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *