Kemendag Musnahkan Barang Impor Ilegal Senilai Rp 15 Miliar

Sejumlah barang impo ilegal dimusnahkan dengan cara dibakar

JAKARTA- Kementerian Perdagangan (Kemendag) memunsahkan ribuan barang impor illegal senilai Rp 15 miliar. Adapun parameter dilakukan pemusnahan itu dikarenakan tidak memenuhi standar barang atau SNI, manual kartu garansi atau label Berbahasa Indonesia, dan kewajiban pelaku usaha untuk memiliki perizinan di bidang impor seperti persetujuan impor atau laporan surveyor (LS)

Pemusnahan barang impor illegal tersebut dilakukaka di halaman parkir Kemendag dengan cara dibakar, dihancurkan menggunakan kendaraan alat berat dan dipotong-potong menggunakan gergaji mesin, Rabu (18/1/2019).

‘’Barang illegal yang dimusnah sebagian besar berasal dari China,’’ujar Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto kepada wartawan di sela-sela pemusnahan produk impor illegal tersebut.

Mendag Agus melanjutkan, produk yang dimusnahkan tersebut yaitu diantaranya luminer sebanyak 4.727 buah, pompa air (443), produk kehutanan seperti wallpaper (600 karton), dan produk hortikultura.

Kemudian ada juga perkakas tangan seperti cangkul lipat sebanyak 400 buah, tepung (200kg), dan kabel sebanyak tiga drum.

Selain itu, produk kain, ban, sakelar, mainan anak-anak, regulator kompor gas yang beberapa di antaranya dari baja dan baja lapis seng yang berkaitan dengan keamanan, keselamatan dan lingkungan.

‘’Barang ilegal tersebut didapatkan dari hasil pengawasan Kemendag dan Direktorat Jenderal Bea Cukai Kemenkeu  selama 2019,’’kata Mendag.

Mendag Agus menegaskan,  setiap barang ini tidak sesuai standar nasional (SNI), akan dimusnahkan karena ini berkaitan dengan faktor keamanan dan juga merugikan konsumen dan pelaku usaha yang benar-benar mematuhi SNI.

Sejumlah produk impor ilegal, seperti produk luminer dimusnahkan dengan menggunakan alat berat.

Sementara Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, Veri Anggrjono menambahkan pemusnahan barang ilegal dan tidak sesuai standar itu merupakan yang keempat dilakukan setelah Medan, Semarang dan Surabaya pada September 2019.

‘Barang yang saat ini dimusnahkan tercatat memiliki variasi pelanggaran dari ketidaksesuaian kriteria yang diawasi tersebut’’tuturnya.

Menurut Veri, kegiatan pemusnahan ini adalah contoh bagi pelaku usaha yang tidak taat ketentuan. Selain pemusnahan, Kemendag juga telah melakukan pemblokiran terhadap beberapa pelaku usaha. (Lili)

 

 

1,047 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *