Forum Bisnis Indonesia – Tiongkok, Peluang Tingkatkan Kerjasama Ekonomi Kedua Negara

Kementerian Perdagangan menggelar Forum Bisnis Indonesia-Tiongkok di sela gelaran China International Import Expo ke-2 di Shanghai, Tiongkok, Rabu (6 Nov). Forum ini merupakan sarana untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara. Acara ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Dody Edward. 

 

 

SHANGHAI – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional menggelar forum bisnis Indonesia-Tiongkok di sela gelaran The 2 nd China International Import Expo di Shanghai, Tiongkok . Forum ini merupakan sarana untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara.

Direktur Jenderal PEN Kemendag, Dody Edward dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jum’at (8/11/2019) mengatakan,forum ini menjadi batu loncatan untuk mengembangkan hubungan kemitraan sektor perdagangan dan investasi Indonesia-Tiongkok.

Kata Dody, Indonesia dan Tiongkok berada di antara 20 negara ekonomi terbesar di dunia. Kedua Negara merupakan anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) dan G-20. Selain itu, kedua negara memiliki peran signifikan dalam peningkatan kerja sama ASEAN-China Free Trade Area (FTA).

“Peningkatan kerja sama ASEAN-China FTA tidak hanya akan meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara kedua pihak, namun juga meningkatkan akses pasar secara keseluruhan,” terang Dody.

Dody juga mnyampaikan, pertumbuhan ekonomi Tiongkok telah memberikan kontribusi ekonomi,baik regional maupun ekonomi dunia. Pada saat yang bersamaan, Indonesia terus tumbuh danberkembang, memperkuat kondisi internal sebagai pemain ekonomi global dan mitra yang menjanjikan bagi Tiongkok, Asia Timur, dan negara-negara di seluruh dunia. Indonesia sendiri merupakan hub untuk memasuki pasar ASEAN dengan potensi sebesar 600 juta orang, belum termasuk ASEAN Plus One FTAs, serta Regional Comprehensive Economic Partnership dengan potensi 3,5 miliar orang, yang tengah dinegosiasikan.

Di sektor perdagangan, lanjut Dody,Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar Indonesia selama delapan tahun terakhir. Pada 2018, total perdagangan kedua negara mencapai  72,6 miliar Doar AS. Adapun produk ekspor utama Indonesia ke Tiongkok meliputi gas alam, batu bara dan pertambangan,

kelapa sawit, dan bubur kayu. Sedangkan produk impor Indonesia dari Tiongkok mencakup elektronik, bawang putih, mesin, besi dan baja.

Dody menambahkan, aspek lain yang sangat penting dalam hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok

adalah infrastruktur yang sangat berkaitan dengan investasi. Indonesia berencana  mengembangkan 1.000 km rel kereta api yang meliputi kereta api Trans-Sumatera, moda transportasi raya (MRT), dan Lite Rapit Transit (LRT). Pemerintah Indonesia juga berencana membangun 8 bandara, 10 pelabuhan laut, 96 rute tol laut, dan 30 Kawasan Ekonomi Khusus.

Dody menambahkan, selain itu, untuk mendukung pengembangan industri secara keseluruhan, Indonesia juga akan meningkatkan kapasitas listrik dari 50.000 megawatt tahun 2015 menjadi 85.000 megawatt pada 2019. (Lili)

879 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *