Indonesia Berkomitmen Dorong Reformasi WTO

Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Pakistan, Abdul Razak Dawood di sela Pertemuan Informal Tingkat Menteri WTO di Shanghai, Tiongkok, Selasa (5 Nov). Wamendag menyampaikan pentingnya produk kelapa sawit bagi Indonesia dan kemungkinan pelaku usaha kelapa sawit Indonesia berinvestasi di Pakistan. 

 

 

 

SHANGHAI – Pemerintah Tiongkok menggelar pertemuan informal tingkat menteri Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) di Shanghai, Tiongkok pada Selasa (5/10). Pertemuan ini bertujuan untuk menghasilkan rumusan dalam mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO ke-12 yang akan digelar di Kazakstan pada 2020.

“Pada pertemuan ini dibahas dua agenda yaitu Possible Outcomes KTM WTO ke-12 dan Reformasi WTO. Pada kesempatan ini, Indonesia memperkuat komitmennya mendorong upaya reformasi WTO,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam siaran persnya, Kamis 7/1/2019).

Wamendag menyampaikan, Indonesia akan terus mendorong penyelesaian perundingan subsidisubsidi bidang perikanan (fisheries subsidies). Hal ini mengingat sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki jutaan penduduk yang bekerja sebagai nelayan. Untuk itu, Indonesia melarang bentuk subsidi perikanan yang berkontribusi terhadap penangkapan ikan yang berlebihan serta terjadinya praktek ketidaktaatan peraturan dan penangkapan ikan ilegal (illegal, unreported and unregulated fishing)..

Sementara, di sektor pertanian,lanjut Menda Jerry, Indonesia terus mendorong pembentukan solusi permanen terhadap cadangan pangan masyarakat untuk ketahanan pangan (Public Stockholding for Food Security Purposes/PSH) dan penyelesaian Special Safeguard Mechanism (SSM) yang efektif.

Wamendag juga menyampaikan, Direktur Jenderal WTO Roberto Azevedo akan mendorong anggotanya untuk fokus terhadap tujuan sistem perdagangan multilateral dan berusahamengerucutkan arah perundingan di forum WTO.

“Diharapkan isu mandat Doha Development Agenda, perundingan seperti subsidi-subsidi perikanan, dan inisiatif baru seperti fasilitasi investasi, niaga elektronik, serta usaha mikro, kecil, dan menengah dapat menjadi tujuan bersama sebagai persiapan pada KTM WTO ke-12 mendatang,” ujar Wamendag.

Pertemuan Bilateral Indonesia-Pakistan dan Indonesia-Norwegia

Pada hari yang sama, Wamendag juga melakukan pertemuan bilateral dengan Penasehat Perdana Menteri Bidang Perdagangan, Tekstil, Industri dan Produksi, dan Investasi Pakistan Abdul Razak Dawood di sela pertemuan informal tingkat menteri WTO. Pada pertemuan tersebut Mendag Pakistan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas selesainya perjanjiangIndonesia-Pakistan Preferential Trade Agrement (IP-PTA).

“Melalui kesepsaakatan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor Indonesia ke Pakistan,khususnya kelapa sawit yang saat ini mengalami hambatan di Uni Eropa,” jelas Wamendag.

Pada pertemuan ini, Wamendag mengungkapkan pentingnya produk kelapa sawit bagi Indonesia dan kemungkinan pelaku usaha kelapa sawit Indonesia berinvestasi di Pakistan.

“Diharapkan Pakistan dapat menyampaikan dukungan untuk produk kelapa sawit dalam forum-forum internasional,” tandasnya.

Selain Pakistan, Wamendag juga bertemu dengan Sekretaris Negara dan Menteri Luar Negeri Norwegia Mariane Hagen. Pada pertemuan ini, dibahas isu fisheries subsidies dan pembangunan berkelanjutan. (Lili)

617 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *