Kemenhub : Lima Kota Dipilih Sebagai Pilot Project SUTRI NAMA & INDOBUS

JAKARTA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bersama lima pemerintah daerah yang terpilih sebagai kota percontohan yaitu Batam, Pekanbaru, Bandung, Semarang dan Makassar telah melakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan Sinergi Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Pilot Project SUTRI NAMA dan INDOBUS yang dilaksanakan di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Selasa (8/10).
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan proyek Sustainable Urban Transport Programme Indonesia (SUTRI NAMA) dan komponen Indonesia Bus Rapid Transit Corridor Development Project (INDOBUS) yang bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan Pemerintah Swiss ini merupakan sebuah program yang memiliki tujuan agar kota-kota di Indonesia berkontribusi terhadap upaya mitigasi emisi gas rumah kaca melalui pengembangan angkutan massal perkotaan yang berkelanjutan didukung dengan kebijakan transportasi perkotaan melalui pendekatan investasi dan peningkatan kapasitas.
“Hari ini kita menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Kementerian Perhubungan dengan 5 Pemerintah Daerah di Indonesia yang menjadi percontohan. Program ini adalah program bantuan dari pemerintah Jerman dan Swiss dengan bantuan 20 juta Euro. Program ini sejalan dengan skema “buy the service” yang sedang kami usung,” ujar Budi.
Dirjen Budi menambahkan, program SUTRI NAMA dan INDOBUS ini dilaksanakan sebagai “Technical Support Unit” (TSU) untuk mendukung pemerintah daerah dalam mempersiapkan dan mengimplementasikan pengembangan angkutan massal perkotaan serta manajemen transportasi massal.
Sementara itu, Perwakilan Kedutaan Besar Jerman di Indonesia Rafael Teck menegaskan bahwa, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan baik antara pemerintah Jerman dan Indonesia serta turut membantu transportasi khususnya sektor transportasi darat
“Saat ini Indonesia sudah mulai menerapkan transportasi massal yang ramah lingkungan seperti Bus listrik. Mungkin jumlah bantuan 20 juta Euro ini tidak cukup tanpa adanya kontribusi masyarakat Indonesia agar semua yang diharapkan dapat tercapai,” ujarnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Deputy Head Swiss Cooperation Office in Indonesia (SECO) Remy Duiven, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Walikota Batam Rustam Effendi,  dan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak yang terkait supaya 5 kota yang terpilih dapat mempengaruhi kota yang lain agar angkutan massal semakin didorong penggunaannya guna kepentingan bersama dan kemajuan bangsa Indonesia,” tutup Dirjen Budi. (kuz)

119 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *