Tahun 2020, Program Diklat 3 in 1 Diusulkan Meningkat Jadi 100 Ribu Peserta

Kegiatan Diklat 3 in 1 Operator Mesin Industri Garmen Berbasis Kompetensi angkatan 22,23 dan 24 tahun anggaran 2019  yang diikuti 295 peserta secara resmi ditutup oleh Kapusdiklat Industri, Jonni Afrizon.

 

JAKARTA- Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian melalui Pusat Pendidikat dan Pelatihan (Pusdiklat) Industri akan terus meningkatkan jumlah peserta Diklat 3 in 1 berbasis kompetensi. Upaya penambahan  jumlah peserta itu sendiri dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang berkompeten sesuai yang dibutuhkan industri.

‘’Pada tahun anggaran 2019 ini program Diklat 3 in 1 berbasis kompetensi yang diselenggarakan oleh 7 unit kerja BDI ini ditargerkan 72.000 peserta. Adapun untuk BDI Jakarta targetnya pada tahun ini sebanyak 10.300 peserta,’’kata Kepala Pusdiklat Industri, Jonni Afrizon kepada wartawan usai penutupan Diklat 3 in 1 Operator Mesin Industri Garmen Berbasis Kompetensi angkatan 22,23 dan 24 yang diselenggarakan BDI Jakarta, di kantor BDI Jakarta, Jum’at (6/9/2019).

Jonni mengatakan lebih lanjut pada tahun 2020 Kementerian Perindustrian mengusulkan kepada pemerintah untuk meningkatkan jumlah peserta Diklat 3 in 1 ini secara keseluruhan  sebanyak 100.000 orang. Usulan peningkatan jumlah peserta ini bukan tanpa alasan, melainkan begitu tingginya permintaan industri akan tenaga kerja industri lulusan Diklat BDI.

Menurut Jonni, para peserta Diklat 3 in 1 yang diselenggarakan BDI pada pada umumnya setelah lulus, mereka langsung diterima bekerja di industri yang menjalin kerjasama dengan BDI.

‘’Melalui program 3 in 1, setidaknya kami bisa mengurangi jumlah pengangguran. Apalagi sekarang ini jumlah pencari kerja dari tahun ke tahun semakin banyak. Hal ini bisa dilihat dari jumlah lulusan SMA/SMK dan perguruan tinggi diperkirakan lebih dari 5 juta orang. Sementara kesempatan kerja yang tersedia hanya untuk  1,9 juta orang,’’papar Jonni.

Pada kesempatan penutupan Diklat  Operator Mesin Industri Garmen Berbasis Kompetensi tersebut, Jonni menyampaikan para peserta Diklat patut berbangga dan bersyukur bisa mengikuti Diklat. Pasalnya  selain dibekali ilmu pengetahuan dan dilatih keterampilan sebagai operator mesin industri garmen dan dibina karakternya, juga sudah diterima bekerja di industri.

‘’Jadi para peserta Diklat yang dinyatakan lulus dan medapat sertifikasi kompetensi serta diterima bekerja di industri, tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga,’’imbuh Jonni.

Sementara Asisten  Deputi Pendidikan Menengah dan Keterampilan Bekerja Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Raden Wijaya Kusumawardhana memberikan apresiasi terhadap langkah Kemenperin melalui BPSDMI dalam menerapkan program 3 in 1 dalam setiap Diklat yang diselenggarakannya.

‘’Pogram 3 in 1 ini mampu mencetak atau menghasilkan tenaga kerja industri yang berkompeten sesuai kebutuhan industri itu sendiri. Karena itu, kami mendorong upaya Kemenperin untuk terus meningkatkan kegiatan Diklat program 3 in 1 ini,’’ujar Wijaya.

Sementara Kepala BDI Jakarta, Hendro Kuswanto menjelaskan, ketiga angkatan Diklat yang diselenggarakannya itu diikuti sebanyak 295 peserta dari berbagai daerah.

‘’Dari jumlah peserta sebanyak 295 orang itu yang dinyatakan lulus sertifikasi dan ditempatkan kerja sebanyak 284 orang. Adapun untuk 11 peserta yang tidak lulus sertifikasi akan dilakukan resertifikasi dan tetap ditempatkan kerja dengan peran berbeda,’’ujar Hendro.

Dia menambahkan, untuk 2020 BDI Jakarta meningkatkan target jumlah peserta Diklat, yaitu 15.000 orang terdiri dari pelatihan tekstil, garmen, komponen otomotif dan welding atau las. (Lili)

855 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *