Gunakan Teknologi ”Cocoon”, BULOG Bisa Simpan Beras Berbulan-bulan

Tri Wahyudi Saleh – Direktur Operasional & Pelayanan Publik BULOG melakukan pembukan sungkop cocoon, teknologi pnyimpan berasSURAKARTA- Perum BULOG melakukan terobosan baru dalam menyimpanan beras. Terobosan baru yang dimaksud, yaitu menggunakan teknologi Cocoon. Hal itu telah dilakukan saat pembukaan sungkup Cocoon atas 180 ton beras  yang dibeli tahun lalu dan bertempat di Gudang Duyungan, Perum BULOG Subdivre Surakarta Jawa Tengah.

‘’ Metode penyimpanan ini merupakan salah satu inovasi dari Perum BULOG sebagai bagian dari penugasan untuk menjaga jumlah stok beras yang aman bagi negeri ini,’’ujar. Tri Wahyudi Saleh – Direktur Operasional & Pelayanan Publik BULOG dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (16/8/2019).

Kata Tri Wahyudi  lebi lanjut sebagai penjaga ketahanan pangan, BULOG terus melakukan inovasi untuk menyediakan pasokan pangan dengan lebih mengutamakan pengadaan dalam negeri, menjaga sejumlah stok tertentu yang selalu tersedia setiap saat di setiap inchi tanah air, dan siap melaksanakan penyediaan pasokan ke setiap lini masyarakat dengan harga yang terjangkau dan stabil.

Dijelaskan,cocoon berbentuk bahan semacam plastik yang akan menyungkup beras yang akan dijaga kualitasnya pada waktu tertentu. Metode penyimpanan dengan cocoon ini merupakan cara menyimpan beras dan biji-bijian dengan cara menjaga kadar CO2 pada titik tertentu dan  meminimalisir oksigen.

‘’Dengan kontrol CO2 dan oksigen yang minimal tidak lagi ada kesempatan bagi hama untuk hidup dan mengganggu atau menurunkan mutu beras,’tuturnya.

Menurut Wahyudi, penyimpanan dengan cocoon adalah penyimpanan yang ramah lingkungan karena tidak ada lagi perlakuan-perlakuan perawatan dengan menggunakan obat-obatan berbahan baku kimiawi. Apabila dalam penyimpanan konvensional perlu perlakuan spraying dan fumigasi dengan bahan kimia, maka selama tersimpan dalam sungkup plastik cocoon, tidak diperlukan lagi perlakuan tersebut. Dengan demikian Bulog dapat menghemat pemgeluaran biaya perawatan beras secara signifikan

Hasil penyimpanan dengan metode Cocoon selama setahun telah dibuktikan dengan baik dalam pembukaan Cocoon  di Gudang Duyungan.

“Terbukti  penyimpanan dengan metode cocoon ini dapat mempertahankan kualitas beras seperti saat beras tersebut pertama kali disimpan, “imbuh Tri Wahyudi Saleh

Dia menambah dengan memanfaatkan teknologi cocoon ini tidak ada perubahan kualitas baik dari sisi warna, bau, dan penampakannya.

Hama-hama yang biasanya muncul pada bulan kedua atau ketiga saat penyimpanan, terlihat tidak bisa melakukan perkembangbiakan dan bahkan mati.

“Jumlah hama yang mati pun, relatif sedikit sekali dan terkumpul dalam setiap pojok sungkup.  Sementara kemasan karung pembungkus masih nampak bagus dan rapi seperti semula saat dimasukkan dalam sungkup cocoon, ” lanjut Tri Wahyudi.  (Lili)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

681 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *