Cetak SDM Kompeten, Kemenperin Selaraskan Dunia Pendidikan dan Industri

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Eko S.A Cahyanto memberikan paparan serta arahannya saat membuka Corporate Gathering Industri 4.0 di Gedung Kementerian Peirndustrian, Jakarta, 12 Agustus 2019.JAKARTA- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk turut memajukan dunia pendidikan agar selaras dengan perkembangan dan kebutuhan dunia industri saat ini. Kerena itu, Kemenperin aktif menjalankan berbagai langkah strategis dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) industri yang kompeten.

Salah satu langkah yang direalisasikan adalah memfasilitasi forum bertajuk “Corporate Gathering Creating in Wining Strategy in Industry 4.0” yang mempertemukan antara akademisi dengan pelaku usaha. Dalam hal ini, Politeknik Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) Jakarta yang merupakan unit pendidikan binaan Kemenperin dan Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) melakukan kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

“Adanya forum tersebut, diharapkan menjadi momentum bagi segenap pemangku kepentingan untuk melakukan konsolidasi, bermitra, dan menggali isu strategis sekaligus merumuskan langkah bersama, agar semakin memacu industri di Tanah Air,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto di Jakarta, Senin (12/8/2019) malam.

Dalam upaya mendorong terciptanya SDM industri kompeten di Indonesia, kata Eko, dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Kehadiran kita semua di sini merupakan bentuk dukungan untuk memajukan dunia pendidikan seiring dengan perkembangan industri nasional, sektor yang menjadi salah satu pilar untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara yang maju dan berpengaruh di tingkat global,” ujarnya.

Eko menyampaikan, berkaitan dengan implementasi program prioritas Making Indonesia 4.0, forum tersebut juga menjadi wadah bagi para akademisi dan pelaku usaha untuk melakukan pembahasan sekaligus memaksimalkan penggunaan big data bagi perusahaan, misalnya dalam bidang logistik.

“Nantinya, data perusahaan yang akan diolah dan digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam hal proses industri. Untuk kali ini, pada proses di sektor logistik. Karena kompetensinya ada di business management,” terangnya.

Menurut Eko, sektor logistik merupakan salah satu pendukung industri yang berperan luar biasa, seperti pada kelangsungan distribusi serta pasokan bahan baku industri.

“Jadi, tujuan dikumpulkan dalam forum ini, untuk melihat apa manfaat dari big data analytic. Sehingga para narasumber yang berbicara memberikan gambaran dan contoh di kegiatan usaha yang sudah mengggunakan big data analytic,” jelasnya. (Lili)

 

910 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *