Bandrex 2019 Sarana Desiminasi Informasi Hasil Litbangyasa Balai-Balai di Kemenperin

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara meninjau hasil riset para peserta Bandung Riset Expo (Bandrex) 2019 yang bertempat di B4T di Bandung, Kamis (8/8).BANDUNG- Kegiatan Bandung Riset Expo (Bandrex) 2019 yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) sebagai sarana diseminasi informasi atas hasil litbangyasa yang telah dilakukan balai-balai Kemenperin. Pelaksanaan Bandrex itu sendiri bertempat di B4T(Balai Besar dan Barang Teknik) Bandung, Kamis (8/8/2019).

‘’Melalui kegiatan Bandrex 2019 ini diharapkan dapat menghasilkan ide-ide dan inovasi konstruktif yang dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam meningkatkan daya saing industri nasional,’’ujar Kepala. BPPI, Ngakan Timur Antara dalam siaran persnya yang diterima Intifocus.com, Jum’at (9/8/2019).

Selain itu menurut Ngakan, kegiatan Bandrex  tersebut dapat  memperkuat jalinan kerja sama yang baik di antara institusi litbang dan para pemangku kepentingan lainnya, serta terhadap masyarakat.

Ngakan menyebutkan, ada lima unit BPPI di Bandung yang telah lama berkiprah dalam menciptakan inovasi dan riset yang dibutuhkan industri dan memberikan layanan teknis kepada masyarakat, yaitu Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T), Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM), Balai Besar Tekstil (BBT), Balai Besar Keramik (BBK), serta Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK).

“Beberapa balai-balai tersebut bahkan telah hadir semenjak zaman Hindia Belanda. Banyak inovasi litbangyasa yang telah dihasilkan oleh balai-balai tersebut,”tuturnya

Adapun inovasi-inovasi yang telah dihasilkan, antara lain litbangyasa pengembangan Baterai dan Blok Rem Kereta Api oleh B4T, kemudian pembuatan ATBM Dobby, Geotextile, dan serat tekstil berbasis sabut kelapa oleh BBT, serta menciptakan tapak roda (tracklink) model single dan double pin untuk kendaraan tempur Tank yang telah dipatenkan oleh BBLM.

Selanjutnya, pembuatan Filter Keramik, Rompi Anti Peluru, Gigi Buatan, Bone Ash, Elektrolit Padat oleh BBK, serta produk kertas karton dari tandan kosong sawit, kertas kemas baja, daur ulang kemasan aseptik, dan produk serat bambu oleh BBPK.

“Pada acara Bandrex 2019, kami juga meluncurkan buku sejarah masing masing balai besar di Bandung (B4T, BBLM, BBT, BBK dan BBPK) sebagai salah satu media rekam jejak yang dapat menjadi acuan bagi semua pihak, terutama terkait sejarah dan kiprah balai besar,” paparnya.

Mengenai peluncuran buku sejarah balai besar industri di Bandung, Ngakan berharap, balai besar milik Kemenperin dapat dikenal sebagai institusi yang ikut berjuang membangun bangsa dan menjadikan kehidupan menjadi lebih baik, selain sebagai rujukan bagi penelitian dan pengembangan di sektor industri.

“Hendaknya, buku sejarah tersebut juga dapat menjadi pengingat yang dapat menggelorakan semangat untuk terus berkarya dalam menghasilkan karya yang inovatif dan terdepan dan dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, terutama di bidang industri dalam rangka menyongsong era industri 4.0,” imbuhnya.

Di sela kegiatan Bandrex 2019, Kepala BPPI menyaksikan penandatanganan lima Nota Kesepahaman antara balai besar dengan perusahaan industri terkait dalam rangka kerja sama litbangsaya. Pertama, kerja sama antara Suzuki Indomobil Motor Suplier Club dengan B4T, BBPK, BBLM dan BBT. Kedua, PT. Quatra Inti Karya dengan BBLM, terkait kerja sama litbang mesin pengolahan garam.

Ketiga, kerja sama CV. Geochem Bioindustri Mandiri dengan BBLM mengenai litbang energi baru terbarukan. Keempat, PT. Bina Bangun Wibawa Mukti dengan BBLM, merupakan kerja sama dalam rangka litbangyasa reverse engineering peralatan dan komponen kilang LPG. Kelima, PT. Trigunapratama Abadi dengan BBPK, yakni kerja sama litbang dalam peningkatan SDM serta pengelolaan lingkungan.(Lili)

 

990 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *