Pedagang Kota Tua Sambut Pertemuan Jokowi-Prabowo Bawa Pesan Damai dan Aman

JAKARTA – Pesan dari peristiwa rekonsiliasi politik yang berjalan dengan baik antar kedua kubu capres yang bertarung dalam pesta demokrasi Pilpres 2019 akhirnya sampai juga kekalangan pelaku usaha.

Hal itu diakui oleh Ketua Umum Pengelola pusat perbelanjaan Plaza Pinangsia dikawasan Glodok, Jakarta Barat, Jacky Sutiono.

Jacky yang juga pendiri sekaligus Ketua Paguyuban Kota Tua mengatakan, sebelum rekonsiliasi terwujud para pedagang dan pelaku bisnis yang berada dikawasan kota tua Jakarta (Pinangsia, Glodok, Pasar Pagi, Asemka, dan sekitarnya) merasa tidak aman dan was-was dengan situasi yang tak pasti. Kekhawatiran akan terjadinya keributan dimana-mana selalu saja ada.

“Ekonomi sempat melemah karena orang takut keluar rumah atau pergi ke toko. Hal ini jelas berdampak pada geliat ekonomi disekitar kota tua, harga naik namun daya beli konsumen menurun lantaran toko sepi dikunjungi, sehingga omsetpun menurun”, kata Jacky.

Namun begitu mendengar rekonsiliasi ini, menurutnya semua menjadi damai dan aman, sehingga aktivitas perdagangan dikawasan kota tua kembali bergeliat. Dan itu membuat para pedangan merasa senang. Ke depan, paska rekonsiliasi Jacky bersama tigapuluhan ribu pedagang dikawasan kota tua optimis situasi akan membaik, aman dan damai, apalagi nilai mata uang Rupiah terhadap Dollar AS kini mulai menguat.

“Para pelaku ekonomi kemarin sempat mengambil sikap untuk menahan diri (wait and see), mereka menunggu sampai situasi aman dan damai. Disini (kawasan dagang kota tua) juga sama, toko-toko menunggu situasi yang masih diliputi rasa takut dan kekhawatiran,” ujar Jacky dalam rilis yang diterima Redaksi Intifocus.com, Jumat (26/7).

Demi melihat situasi yang kondusif dan penuh damai saat ini, ia pun mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersatu membangun Indonesia kedepan. Serta berharap tidak ada lagi peristiwa anarkhis dan kerusuhan seperti yang pernah terjadi ditahun 1998 yang membuat semuanya terpuruk dan meninggalkan luka dalam. “Kami menolak itu semua. Kedepannya NKRI harga mati,” tegas Jacky.

Menanggapi kelesuan ekonomi dikawasan Kota Tua, Jakarta sebagai imbas dari Pilpres 2019, Pengamat ekonomi dan bisnis dari Universitas Indonesia, Athor Subroto mengatakan situasi yang terjadi sebelum pemilu memang berdampak langsung pada perekonomian.

“Sebelum pemilu para pengusaha tentunya akan melihat arah ekspektasi/harapan arah pemilu. Selama mereka tidak melihat hal itu maka kepercayaan diri akan turun dan aktivitas bisnis akan melemah. Kemudian setelah pemilu terlihat dikotomi yang sangat jelas antara pihak yang satu dengan lainnya, sebenarnya juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Kekhawatiran inilah yang sebenarnya juga memiliki pengaruh terhadap kenyamanan tinggal,berbisnis,dan lain sebagainya. Inilah yang harus diperhatikan oleh Pemerintah”, kata Athor.

Menurut Athor yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global, pertemuan ‘MRT’ antara Jokowi dengan Prabowo beberapa waktu lalu menandakan sebagai suatu massage (pesan) bahwa proses pemilu telah selesai.

“Persaingan politik dengan suksesi kepemimpinan sudah usai maka mulai dipersatukanlah resources (sumber-sumber daya) dari bangsa ini. Kepemimpinan bangsa ini mulai dipersatukan melalui proses rekonsiliasi”, pungkas Athor. (kus)

3,613 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *