Potensi Energi Surya Melimpah, Namun Penggunaanya Belum Maksimal

PT Global Expo Management (GEM) menggelar pamern Solartech, Inalighit dan Smart Home+ City Indonesia 2019, di JIEXPO Kemayoran pada 4 -6 April 2019. Pameran itu sendiri dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah dalam tercapainya bauran energi baru terbarukan sebesar 23 persenpada 2025.

 

 

 

 

 

 

JAKARTA- Penggunaan solar panel  sebagai sumber energi yang dibutuhkan masyarakat di Indonesia belum maksimal,yaitu hanya mencapai 78,5 Mega Watt (MW) dari 208 MW yang dihasilkan energi surya. Padahal Indonesia sebagai negara teropis dan agraris sangat menunjang sekali pengembangan enegi baru terarukan ,karena potensi  yang bisa dihasilkan dari energi baru tersebut sebanyak  444 ribu MW.

‘’Melihat hal ini, program 35.000 MW dan elektrifikasi di daerah tertinggal masih menjadi perhatian pemerintah,’’ujar Direktur  Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan, Harris pada pembukaan Pameran Solartech  ,Inalight dan Smart Home+ Cty  Indonesia 2019 yang diselenggarakan PT Global Expo Management(GEM), di JIEXPO Kemayoran Jakarta, Kamis (4/4/2019). Pameran itu sendiri akan berlangsung selama tiga hari, yaitu 4- 6 April 2019.

Harris melanjutkan,rasio elektrifikasi hingga 201 yang tercatat di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencapai 98,30 persen atau 66,92 juta rumah tangga. Adapun pada tahun 2019 pemerintah menargetkan ada peningkatan  bisa mencapai 99,9 persen

Karena itukata Harris, Kementerian ESDM akan bersinergi dengan PLN untuk menjangkau rumah yang berada di pelosok Indonesia. Hal ini dilakukan dengan memberikan bantuan listrk dengan program Lamp Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dan pembangnan Penerangan Jalan Umum Tenaga Sura (PJU-PLTS) di berbagai titik di daerah pelosok.

Pada kesempatan itu Harris memberikan tanggapan terkait pelaksanan pameran Solartech Indonesia ini. Pasalnya menurut Harri,kegiatan pameran seperti ini sejalan dengan langkah pemerintah sesuai dalam Paris Agreement dimana pemerintah mencanangkan melakukan penetrasi emisi rumah kaca hingga 29 persen.

Menurut Harris  penetrasi emsisi rumah kaca sebesar itu masih banyak kendala yang dialami dalam pelaksanaannya, namun dengan terselenggaranya acara-acara seperti  pameran ini, tentunya memberi solusi dan ilmu baru bagi masyarakat terutama tentang PLTS baik untuk hunian maupun komersil.

“Adaun  energi fosil yang digunakan Indonesia saat ini  sekitar dari 91 persen.  Sementar upaya pengurangan penggunaan minyak pun terus dilakukan secara signifikan oleh pemerintah,’ujar Harris.

Dia mnambakan,  pemerinta akan mengembagan PLTS  sampai tahun 2025 PLTS   hingga 6.500 MW. Karena it, diperlukan kesamaan motivasi dalam mendukung EBT baik oleh pemerintah, swasta maupun asosiasi sangat diharapkan,

Sementara Direktur PT Global Expo Management (GEM), Baki Lee mengatakan terkait pengembangan solar panel tersebut, pihaknya menggelar pameran teknologi ramah lingkungan.  Pameran itu digelar dalam rangka mendukung rencana pemerintah yang menargetkan bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025.

‘’ Pameran ini fokus pada inovasi di bidang panel surya, smart lighting, dan inovasi energi terbarukan terutama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap,’tutur Baki Lee.

Baki Lee mengatakan pameran dengan  bertema Empowering Solar Energy for Indonesia’s Energy Sustainability ini mendapat dukungan dari sekitar 12 asosiasi.

Ketua Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manoppo mengungkapkan acara ini menawarkan potensi besar untuk hunian maupun komersil.

Sementara Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (Aptiknas) Soegiharto Santoso bilang kehadiran Aptiknas secara khusus mendukung sektor smart home & city Indonesia yang merupakan salah satu sektor dalam pameran ini.  (Lili Supaeli)

 

886 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *