Indonesia Peringkat ke – 9 Eksportir Produk Perhiasan

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih meninjau stan peserta Jakarta International Jewellery Fair 2019 di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

 

 

 

JAKARTA-  Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), Gati Wibawaningsih mengatakan, saat ini Indonesia menempati peringkat ke-9 sebagai eksportir produk  perhiasan dengan pangsa pasarnya lebih dari 4 persen di kancah global. Bahkan berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada tahun 2018 lalu ,industri perhiasan nasional memberikan konstribusi terhadap perekonomian nasional dengan nilai ekspor mencapai 2,05 Miliar Dollar AS.

‘’Nilai ekspor yang dicapai sebesar itu,karena produk perhiasan dalam negeri menunjukkan mampu berdaya saing di pasar global dan memiliki nilai tambah tinggi,’’ Gati  pada pembukaan Jakarta International Jewellery Fair 2019 di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Kata Gati lebih lanjut, terkait peringkat yang dicapai dan adanya potensi pasar, menunjukkan adanya peluang industri perhiasan nasional. Untuk itu, indu terus memperbesar produktivitas dan memperluas pasar, sejalan dengan perekonomian yang stabil dan perbaikan iklim usaha yang kondusif di tanah air.

Sehubungan dengan itu, ucap Gati, Kemenperin bertekad untuk menjaga ketersediaan bahan baku sehingga keberlangsungan usaha di sektor industri perhiasan bisa berjalan terus.

“Misalnya, kami berupaya untuk menjaga agar bahan baku perhiasan tidak dikenakan bea masuk. Ini yang akan kami kawal terus. Adapun bahan baku yang dibutuhkan, diantaranya emas serta batu permata seperti berlian, zamrud, dan ruby,’’imbuh Gati.

Sejalan upaya tersebut, Kemenperin pun mengusulkan penurunan tarif bea masuk produk perhiasan nasional di negara tujuan ekspor, seperti Uni Emirat Arab.

“Hal ini merupakan salah satu langkah untuk terus meningkatkan nilai tambah dan daya saing industri perhiasan kita dalam menghadapi persaingan global,” terangnya.

Untuk semakin memperluas akses pasar industri perhiasan dalam negeri, terutama agar menembus pasar ekspor, Kemenperin aktif memfasilitasi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) perhiasan nasional ikut terlibat dalam pameran-pameran yang berskala internasional. Salah satunya pada ajang Jakarta International Jewellery Fair 2019 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perhiasan Emas dan Permata Indonesai (APEPI) pada  4-7 April 2019 di Jakarta Convention Center.

Jakarta International Jewellery Fair merupakan salah satu pameran perhiasan terbesar di Indonesia, yang bertujuan sebagai ajang promosi dan temu bisnis para pelaku usaha di sektor perhiasan. Kegiatan tahunan ini telah 13 kali diselenggarakan.

“Tahun ini, Direktorat Jenderal IKMA Kemenperin kembali berpartisipasi dengan memfasilitasi sebanyak 30 IKM perhiasan ikut memeriahkan pameran tersebut. Mereka di antaranya berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Mataram, Yogyakarta, Bali, Kalimantan Selatan, Martapura, Demak, Bandung, Bogor, Banten, Aceh, Solo, Papua Barat, Bengkulu, dan Jakarta,” tutur Gati.

Dirjen IKMA optimistis, dengan gencarnya kegiatan promosi secara offline, penjualan dan ekspor akan terdongkrak naik.  (Lili Supaeli)

997 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *