Pameran Adiwastra Nusantara Mampu Tingkatkan Gairah Pasar Kain Adati

Ketua Panitia Adiwastra Nusantara 2019 Yanti Airlangga (kanan) bersama Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Kementerian Perindustrian, E. Ratna Utarianingrum (kiri) menghadiri acara konferensi pers Pameran Adiwastra Nusantara 2019 di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

JAKARTA- Kementerian Perindustran (Kemenperin) mendukung penyelenggaraan Pameran Adiwastra Nusantara 2019. Adapun Pameran Adiwastra itu sendiri akan diselenggarakan selama lima hari,yaitu pada 20 – 24 Maret 2019 di  Hall A dan B, Balai Sidang Jakarta Convention Centre (JCC).

Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industr Aneka, DItjen IKMA Kemenperin. E. Ratna Utraningrum mengatakan dukungan Kemenperin terhadap penyelengaraan Pameran Adiwastra Nusantara ini, karena kegiatan tersebut telah terbukti turut berperan serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan gairah pasar kain adati dan memberikan dampak ekonomi yang positif dan signifikan terhadap usaha para perajin dan pengusaha kain adati yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

‘’Pada kegiatan Pamera Adiwastra ini Kemenperin memfasilitasi sejumlah IKM tenun dan batik agar ikut serta pada pameran ini,’ujar Ratna, di Jakarta, Rabu (13/3/2019)..

Dikatakan, Pameran Adiwastra Nusantara  ini yang diselenggarakan sejak tahun 2008  menjadi pameran kain adati terbesar di Indonesia yang telah diselenggarakan setiap tahun di Jakarta. Pada tahun ini, Kemenperin rmemberikan kontribusi yang jauh lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu , terlibat pada penyelenggaraan fashion show saat opening ceremony dengan tema Tenun Donggala, yang bekerjasama dengan desainer Didit Maulana sebagai salah satu wujud pembangunan perajin tenun di Sulawesi Tengah pascabencana tsunami.

“Untuk di acara talkshow pada 22 Maret 2019 di panggung harian Pameran Adiwastra dengan tema IKM Tanggap Digital, menghadirkan narasumber dari Shopee dan Founder Cloth Inc yang merupakan binaan Ditjen IKMA Kemenperin di program Bali Creative Industry Center (BCIC) yang telah berhasil menjalankan bisnisnya di pasar online,” paparnya.

Oleh karena itu,tambah Ratna, Kemenperin menyambut baik penyelenggaraan Pameran Adiwastra Nusantara 2019. Ajang ini merupakan momen yang baik dalam upaya meningkatkan jangkauan pasar IKM tenun dan batik yang lebih luas terutama ke kancah eskpor.

Ketua Panitia Adiwastra Nusantara 2019 Yanti Airlangga menjelaskan,Wastra artinya kain dan Ad berarti ungula tau terbaik,sehingga Adiwastra Nusantara memliki makna pameran kain-kain tradisional unggulan dari seluruh wilayah Indonesi.

‘’Pameran ini digagas oleh komunitas pecinta dan pegiat promosi kain adati nusantara yan dmotori Edith Ratna Soeryosoeyarso dan kawa-kawan,’terang Yanti.

Tujuan pameran in, kata Yanti, untuk mengobarkan semangat pelestarian dan pengembangan kain adati nusantara sebagai kekayaan bangsa yang beragam dan  memiliki keindahan serta nilai – nilai filosofis dan kearifan local yang tinggi.

Yanti menambahkan, Pameran Adiwastra Nusantara 2019 ini diikuti lebih dari 400 peserta IKM /perajin tenun dan batik dari seluruh wilayah Indonesia.

Pada pameran panitia  menargetkan dihadiri  lebih dari 40.000 orang dari seluruh Indonesia dengan nilai penjualan Rp45-50 miliar. Ia menjelaskan, minat masyarakat terhadap kain adati terus meningkat dari tahun ke tahun, baik untuk busana, interior maupun kebutuhan lainnya.

“Kecenderungan ini kian meningkat sejak Unesco menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda dari Indonesia tahun 2009 yang lalu,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Yanti, tren ke arah nuansa etnik atau tradisi serta gaya hidup kembali ke alam, juga banyak dianut para generasi muda sehingga turut mendongkrak pemakaian kain adati, baik batik, tenun maupun jumputan atau sasirangan.

Di menambahkan, berbagai rangkaian acara juga digelar pada Pameran Adiwastra Nusantara 2019 di panggung harian seperti talkshow, fashion show, peluncuran buku “Batik Sudagaran” karya Hartono Sumarsono, serta demonstrasi dari berbagai pendukung acara. Kali ini, pameran dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga akan lebih meriah dan menarik bagi pengunjung.

‘’Selain fashion show, akan ada juga lomba selendang, dengan melibatkan generasi milenial. Contohnya, Didit maulana yang membuat pakaian yang desainnya cocok untuk milenial. Jadi, kegiatan ini akan melibatkan anak muda,” tambah Yanti. (Lili Supaeli)

404 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *