MENGANDUNG 6 BULAN, UFA LAHIRAN DI PESAWAT LION AIR MAKASSAR-KENDARI

Ilustrasi

KENDARI —- Seorang penumpang melahirkan di dalam kabin pesawat Lion Air, Jumat (26/10/2018) malam. Wanita bernama Ufa itu mengaku tengah mengandung usia 6 bulan, namun secara tiba-tiba ia harus melahirkan di dalam pesawat. Mungkin pengalaman ini tak akan dilupakan seumur hidupnya.

Kejadian ini bermula saat Ufa dan suaminya terbang dengan menggunakan pesawat Lion Air JT-996, pukul 19.20 WITA dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Saat pesawat mendarat dengan sempurna di Bandara Haluoleo, pukul 20.00 WITA Ufa yang duduk dikursi nomor 34 B merasa sakit perut dan kontraksi. Sehingga membutuhkan bantuan kursi roda dari pesawat menuju ruang kedatangan.

“Ketika awak kabin bersiap untuk proses penurunan seluruh penumpang dari kabin pesawat, awak kabin di bagian belakang mendapatkan informasi ada salah satu penumpang dalam keadaan sedang mengandung (hamil) membutuhkan bantuan berupa kursi roda,” jelas Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/10/2018).

Danang mengatakan, awak kabin kemudian bertindak cepat dan berkoordinasi guna mempersiapkan perlengkapan medis yang dibutuhkan dalam situasi darurat. Pada penerbangan ini tidak terdapat penumpang lain yang berprofesi sebagai dokter atau bidan, oleh karena itu awak kabin meminta petugas layanan darat (ground handling) untuk mendatangkan dokter dari Balai Kesehatan Pelabuhan (port health).

“Pimpinan awak kabin Natasya Jovani bersama pramugari lainnya telah menjalankan standar prosedur penanganan penumpang khusus di pesawat. Ufa dibaringkan kursi nomor 34 ABC dengan menunggu penumpang lainnya turun dari kabin,” jelas Danang.

Atas kerjasama kru yang tepat itu, Danang memastikan proses persalinan dilakukan secara baik. Setelah proses persalinan Ufa diketahui melahirkan seorang bayi laki-laki. Tim medis kemudian membawa Ufa bersama bayinya ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan intensif.

Danang menjelaskan, sebelum penerbangan pihak Lion Air telah mengimbau penumpang yang membutuhkan perhatian khusus, membawa bayi di bawah tujuh bulan, wanita hamil, dan lansia untuk melapor.

“Sesaat setelah pengumuman itu dilakukan, Ufa bersama dua penumpang pendamping melapor ke petugas. Sesuai aturan dan prosedur, maka penumpang itu harus menandatangai surat pernyataan (pregnant mother),” terang Danang.

“Berdasarkan pengakuan maupun kondisi sebenarnya, bahwa usia kehamilan (Ufa) mencapai enam bulan (24 minggu),” imbuhnya.

Oleh karena itu, Danang mengimbau kepada masyarakat untuk memberikan informasi secara rinci, jelas, dan sesuai keadaan sebenarnya jika sedang hamil saat akan naik pesawat. Hal ini diperlukan untuk menghindari hal yang tak diinginkan selama penerbangan.

Berikut instruksi dan imbauan bagi wanita hamil yang akan naik pesawat:

1. Untuk usia kehamilan kurang dari 28 minggu diharuskan membawa surat dokter keterangan kehamilan serta menyetujui/ menandatangani surat pernyataan dan formulir indemnity guna diizinkan melakukan perjalanan udara.
2. Untuk usia kehamilan 28 -35 minggu, penumpang diwajibkan membawa surat layak terbang (fitness for air travel/ medical information) resmi dari dokter dengan catatan tanggal surat tidak melebihi tiga hari sebelum waktu keberangkatan pesawat yang dijadwalkan serta tetap diwajibkan menandatangani surat pernyataan serta formulir indemnity.
3. Untuk usia kehamilan lebih dari 35 minggu tidak diizinkan untuk melakukan penerbangan.

2,691 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *