AWAS, UNDANGAN SOSIALISASI SUDAH MAKAN KORBAN, SALDO ATM DIKURAS

JAKARTA — Meski penipuan bermodus transfer melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kerap dikabarkan makan korban, namun warga masyarakat yang terpedaya aksi serupa masih berjatuhan. Seperti seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Aceh ini. Dia menyadari telah tertipu setelah uang tabungannya terkuras.

Dua hari lalu pejabat berinisial K mendapat disposisi dari Sekretaris Daerah Provinsi Aceh untuk menghadiri sosialisasi kebijakan di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Waktu sosialisasi yang disebut dalam undangan beralamat Sekretaris Daerah itu, sangat mepet. Itu sebabnya K mengaku tidak melakukan konfirmasi kepada pejabat Kementerian PANRB yang banyak dikenalnya.

Dia justru menghubungi narahubung bernama Rizaldi Siagian. Nama itu tercantum dalam surat undangan lengkap dengan nomor telepon 085314867629.

Dalam surat undangan tertulis biaya perjalanan dinas, akomodasi, dan transportasi hanya untuk satu orang peserta selama sosialisasi berlangsung. Saat dihubungi, Rizaldi menjanjikan akan memberikan uang sebesar Rp 18 juta sebagai pengganti akomodasi dan transportasi yang dikeluarkan K.

Selanjutnya Rizaldi minta agar pegawai Pemprov Aceh itu membeli tiket pesawat. Dengan meyakinkan Rizaldi juga mengatakan uang pembelian tiket pesawat segera diganti melalui transfer bank. Karena itu K diminta segera pergi ke ATM terdekat, dengan alasan untuk mengecek uang Rp 18 juta yang menurut Rizaldi sudah ditransfernya ke rekening K.

Melalui telepon seluler K dipandu Rizaldi melakukan langkah-langkah pengecekan saldo di ATM. “Karena belum masuk uang transferannya dia bilang akan ada proses penggabungan, kemudian saya dipandu lagi,” papar K, dikutip dari rilis Humas Kementerian PANRB, Kamis (25/10/2018).

Sebelumnya, Rizaldi menanyakan jumlah saldo yang ada di rekening milik K. Kemudian, ia memberikan nomor ID keuangan dan ID untuk mengikuti acara. “Ternyata ID keuangan itu nomor rekening yang dituju, sedangkan ID ikut acara itu jumlah saldo saya. Saya seperti terhipnotis. Tidak sadar saat itu karena memakai istilah ID,” ungkap K.

Setelah menguras saldo ATM milik K, Rizaldi masih menanyakan kemungkinan nomor rekening lainnya. “Saya sempat memberitahukan bahwa ada nomor rekening lain, yakni nomor anak dan istri,” lanjut K.

Untungnya, dia lupa PIN rekening anaknya. Hampir saja isi rekening bank istrinya terkuras. “Saat akan memencet langkah terakhir, saya tersadar bahwa memiliki rekan kerja di Kementerian PANRB yang biasa dihubungi,” jelas K.

Menanggapi maraknya sejumlah kasus serupa, Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik (HKIP) Kementerian PANRB Mudzakir mengimbau kepada masyarakat dan seluruh instansi pemerintah untuk lebih waspada dan cermat jika mendapatkan surat yang mengatasnamakan Kementerian PANRB. “Tolong dicek kembali kebenaran surat tersebut. Tanyakan ke teman-teman di Kementerian PANRB yang dikenal untuk mendapatkan kepastian,” ujarnya.

Mudzakir menambahkan bahwa pihaknya beberapa kali menerima salinan surat serupa dari sejumlah Pemda. “Ada beberapa surat yang kami dapat dari beberapa pemerintah daerah. Mereka mengkroscek kebenarannya. Ternyata semua surat tersebut palsu,” jelasnya.

Dari beberapa surat yang diterima memiliki kesamaan, yakni terkait undangan sosialisasi kebijakan Kementerian PANRB. Dalam surat tertera dan ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji. “Surat tersebut juga menggunakan stempel basah dan kop surat,” ujarnya.

Pada surat yang diterima Pemerintah Provinsi Aceh, bernomor B/40/S.KT.10/2018, disebutkan acara akan dilaksanakan Rabu, 24 Oktober 2018 jam 08.00 WIB di The Media Hotel and Tower, Jalan Gunung Sahari Raya. “Kami akan melaporkan kasus ini ke kepolisian agar kejadian serupa tidak terulang,” imbuh Mudzakir.

6,513 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *