BERTEMU PRESIDEN, BUPATI GORONTALO CURHAT MASALAH LISTRIK

BOGOR — Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo hadir dalam gelombang pertama pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan para bupati se-Indonesia di Ruang Garuda Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/7/18), pagi.

Tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Bupati Nelson mengutarakan sejumlah masalah yang dihadapi daerahnya kepada Presiden.

Dihubungi tadi malam, Nelson Pomalingo yang masih berada di Jakarta mengatakan, pertemuan gelombang pertama dihadiri 22 bupati. “Acaranya cukup santai, kita makan bersama dan Presiden minta agar para bupati mengemukakan problema di daerah,” katanya.

Deklarator pembentukan Provinsi Gorontalo itu antara lain mengeluhkan masalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Gorontalo. “Tiap tahun ASN yang pensiun mencapai 300 orang pertahun, sedangkan yang terangkat tidak ada. Saya juga mengutarakan masalah kekurangan guru, juga tentang K2,” paparnya.

Selain itu bupati yang mantan Rektor Universitas Gorontalo mengusulkan agar dilakukan pengembangan pertanian tidak sekedar diarahkan menuju ketahanan pangan. Nelson Pomalingo mengusulkan agar pengembangan pertanian juga diarahkan untuk pengembangan perkebunan, mengingat pendapatan asli daerah, investasi, juga ekologi ke depan.

Kabupaten Gorontalo, lanjut Nelson, cukup diminati calon investor. Masalahnya investasi di daerah itu menghadapi kendala minimnya pasokan listrik. Karena itu kepada Presiden, bupati yang sangat ahli dalam masalah pendidikan itu minta agar Jokowi mendorong PLN meningkatkan kapasitas kelistrikan di daerahnya.


Presiden Jokowi menyapa para bupati sebelum pertemuan di ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jabar, Kamis (5/7) sore. (foto: Oji/Setneg)

Beberapa Gelombang

Pertemuan Presiden Jokowi dengan para bupati dilakukan dalam beberapa gelombang. Hal itu agar dalam sekali pertemuan jumlah bupati yang hadir tidak terlalu banyak. Dengan begitu suasana pertemuan pun lebih santai, dan para bupati dapat lebih leluasa mengemukakan persoalan-persoalan di daerah masing-masing.

Setelah menyelesaikan gelombang pertama, Presiden Jokowi melanjutkan pertemuan silaturahmi dengan para bupati pada sore harinya di tempat yang sama.

Dalam pengantar singkatnya, Jokowi mengaku sangat senang bisa bertemu langsung dengan para bupati.

Ia menjelaskan sengaja meluangkan waktu yang cukup panjang agar para bupati dapat menyampaikan keluhan, dan mungkin pemerintah pusat bisa membantu.

“Silakan sampaikan apa-apa yang menjadi keluhan dan mungkin pemerintah pusat bisa membantu di wilayah kabupaten yang Bapak/Ibu pimpin,” kata Presiden.

Dalam kesempatan itu Jokowi juga mengemukakan keinginan agar setiap kebijakan pemerintah pusat dapat dikerjakan secara sinergis antara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten.

Saat bertemu para bupati, Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

1,281 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *