CAK IMIN MINTA HENTIKAN CACI-MAKI KE YAHYA STAQUF

LAMONGAN — Wakil Ketua MPR RI Abdul Muhaimin Iskandar meminta masyarakat untuk tidak terjerumus mencaci-maki Khatib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Yahya Cholil Staquf. Menurutnya saling mencaci bukanlah budaya Bangsa Indonesia. Apalagi, kedatangan Staquf ke Israel terkandung maksud yang baik, membela kepentingan bangsa Palestina.

“Apa yang dilakukan Pak Yahya Staquf adalah bentuk keberanian dan tekad pribadinya. Beliau tidak mewakili pemerintah apalagi PBNU. Karena itu kita patut apresiasi apa yang sudah dilakukannya itu. Apalagi, upaya-upaya yang sudah dilakukan berbagai pihak selama ini tak kunjung memberikan hasil,” kata Muhaimin menambahkan.

Pernyataan itu disampaikan Cak Imin usai menyampaikan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di kalangan Jamaah Masjid Agung Lamongan Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Cak Imin menolak kalau dikatakan upaya yang dilakukan Staquf seluruhnya merugikan perjuangan bangsa Palestina.

“Yang pasti semua yang dilakukan di Palestina selama ini terbukti gagal memberikan hasil optimal, setiap hari selalu jatuh korban, karena itu butuh cara baru agar cita-cita Palestina merdeka bisa segera terwujud,” papar Muhaimin.

Ke depan Cak Imin berharap pemerintah bisa melakukan upaya-upaya yang lebih baik dalam membantu perjuangan Palestina. Terlebih karena saat ini Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Seperti diketahui beberapa waktu lalu Staquf hadir di Israel sebagai pembicara di forum yang diprakarsai American Jewish Committee (AJC) terkait konflik Israel-Palestina. Kehadirannya itu dianggap merugikan perjuangan bangsa Palestina, yang tengah berjuang mendapatkan kemerdekaan dari Israel. (kn)

2,579 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *