ANGGARAN UNTUK RISET DINILAI MASIH TIMPANG

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron, eno/hr

JAKARTA — Kegiatan riset tampaknya belum menarik perhatian Indonesia. Terbukti, walau mengalami kenaikan namun anggaran untuk riset dan teknologi jauh lebih rendah ketimbang anggaran yang dialirkan untuk pendidikan tinggi.

Ketimpangan itu pula yang menyebabkan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Herman Khaeron, bersuara.

Sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL) 2019, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengalami kenaikan. Namun jumlah alokasi anggaran untuk riset dan teknologi, jika dibandingkan dengan anggaran pendidikan tinggi, menurut Herman masih timpang.

“Untuk Ristek ada kenaikan dari Rp890 miliar sekarang menjadi Rp1,05 triliun. Tetapi bila dibandingkan dengan anggaran Pendidikan Tinggi yang mencapai Rp40 triliun, dana Ristek seperti tidak berarti apa-apa,” kata Herman saat Rapat Kerja dengan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (6/6/18).

Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, kenaikan itu juga tidak signifikan untuk mendorong terjadinya akselerasi inovasi di bidang teknologi. Hal itu dapat mengindikasikan pemerintah terkesan tidak memberikan dukungan penuh terhadap masa depan penguasaan teknologi.

“Anggaran riset tersebut tidak memadai untuk bisa menghasilkan riset-riset inovatif. Contohnya saja kami saat melaksanakan kunjungan lapangan, kami hanya sampai bagaimana melakukan uji coba teknologi. Tetapi idak sampai melakukan inovasi lebih besar lagi dan lebih luas dan tentu bisa lebih bermanfaat,” tambah Herman.

Catatan paling penting yang diberikan Herman di dalam perspektif anggaran berjalan dan anggaran 2019, adalah bagaimana pemerintah seharusnya mendorong agar inovasi riset semakin meningkat.

Herman membandingkan kemajuan riset dan teknologi antara Indonesia dan Korea Selatan. “Jika nanti tahun 2045 penguasaan teknologi Indonesia akan sama dengan di Korea Selatan tahun 2015. Jadi peradaban teknologi kita maju ke depan, namun perbandingan kita mundur ke belakang,” tegasnya.

“Ini tentu menjadi catatan kita, mudah-mudahan Pak Jokowi sebagai Presiden selalu mengedepankan akselerasi riset dan teknologi yang tercermin dalam bentuk anggaran,” tutup politisi dapil Jawa Barat ini.

690 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *