BEGINI ASIKNYA PEREMPUAN BEKERJA DI RUMAH

DI Indonesia kaum perempuan sangat identik dengan pekerjaan-pekerjaan di rumah, termasuk mengurus, mendampingi, dan mendidik anak-anak.

Identifikasi yang telah menjadi ‘tradisi’ itu menyebabkan banyak kaum perempuan harus menghadapi dilema ketika ingin mengembangkan karir lebih tinggi atau lebih luas.

Gagasan berikut ini mungkin dapat membantu kaum perempuan yang sedang menghadapi dilema serupa. Jangan khawatir, karena seperti bunyi sebuah iklan di televisi : Ngantor bisa sambil makan mie telor.

Pendeknya, mengembangkan karir dan mengembangkan diri bagi kaum perempuan memang tidak harus dilakukan di luar rumah dengan resiko menyerahkan anak-anak kepada pembantu rumah tangga. Ngantor juga bisa dilakukan di rumah.

Selain masalah identifikasi perempuan, bekerja di kantor yang jauh dari rumah kadang-kadang memang tidak cukup menyenangkan bagi kaum perempuan. Di Jakarta yang sering mengalami kemacetan, rata-rata para pekerja harus menghabiskan waktu satu jam di pagi hari dan satu jam di sore hari selama menempuh perjalanan dari rumah ke kantor atau sebaliknya dari kantor ke rumah. Durasi perjalanan dapat bertambah lama sewaktu-waktu, karena terjadi kecelakaan lalu lintas atau sedang dilakukan proyek pembangunan yang harus menyebabkan lalu lintas makin macet.

Bagi perempuan pekerja yang tinggal di luar Jakarta, durasi perjalanan tentu saja lebih panjang.

Nah, dalam keadaan seperti itu gagasan ngantor di rumah boleh dikaji dan dipertimbangkan. Apa saja untungnya?

1. Lebih Murah
Tentu saja, karena dengan bekerja di kantor berarti tidak dibutuhkan budget khusus untuk perjalanan pergi ke kantor atau pulang dari kantor. Untuk mengatasi masalah komunikasi, saat ini banyak platform berbagi pesan yang dapat dimanfaatkan seperti BlackBerry Messangers atau WhatsApp. Bahkan, jika dulu kantor-kantor perlu scanner untuk mengirim gambar dan data, kini hal serupa dapat dilakukan melalui email atau bahkan melalui aplikasi di telepon pintar.

2. Boleh Pakai Daster
Bekerja di rumah tentu tidak membutuhkan seragam atau baju kantoran. Para ibu dapat melaksanakan pekerjaan sambil memakai daster sekalipun, atau hanya mengenakan kaus dan celana pendek sehingga lebih segar. Tentu lebih fresh terus kan?

3. Lebih Hemat Waktu
Para ibu dapat menggunakan seluruh waktu yang dialokasikan untuk bekerja secara maksimal, karena tidak harus dibuang untuk menempuh perjalanan. Saat ini tersedia fasilitas video call pada telepon pintar. Fasilitas itu dapat dipergunakan untuk mengganti tradisi bertamu. Fasilitas itu juga dapat dipergunakan untuk menyelenggarakan monthly meeting, weekly meeting dan sebagainya. Atau, bisa juga dilakukan melalui WhatsApp Group.

21,078 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *