NIKMATNYA TINGGAL DI RUSUN SANTRI, INI CERITA MURID AL FALAH

MADIUN — Novi, santri Pondok Pesantren Al Falah Yayasan Pendidikan Islam Al Hikam, mengaku sangat senang dapat tinggal di rumah susun (Rusun) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Siswa kelas IX di Ponpes Desa Geger Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, Jawa Timur, itu juga mengaku merasa nyaman dan lebih bersemangat belajar.

Pembangunan Rusun untuk para santri Ponpes Al Falah merefleksikan perhatian Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada kalangan pesantren yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia.

Peresmian Rusun dilakukan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Anggota Komisi V DPR RI Estu Sadarestuwati, Bupati Madiun Muhtarom, serta Ketua YPI Al Hikam Ibnu Abas Tohir, Selasa (29/5).

Menteri Basuki mengatakan, Presiden Jokowi sangat mendukung pembangunan Rusun santri itu. Sebab Ponpes bukan sekedar lembaga pendidikan akan tetapi juga pusat pembentukan karakter bangsa.

“Kami mendukung pembangunan sarana dan prasarananya dalam wujud Rusun yang sudah dilengkapi air, listrik dan meubelair. Kami mengucap syukur alhamdulillah bahwa akhirnya Rusun ini bisa diresmikan, sekaligus bisa bersilaturahim dengan para santri dan pengasuh Ponpes ini,” kata Menteri Basuki.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Basuki juga menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo kepada para hadirin agar Rusun dipelihara dan dimanfaatkan dengan baik. Dengan begitu diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kebarokahan bagi santri yang belajar di Ponpes.

Rusun dibangun di atas lahan seluas 3.771 m2, terdiri dari satu tower tiga lantai. Pada masing-masing lantai terdapat 4 unit bangsal dengan kapasitas tampung 216 orang. Rusun telah dilengkapi dengan listrik, air, kamar mandi luar dan meubelair berupa tempat tidur bertingkat, kasur busa dan lemari pakaian.

Pelaksanaan pembangunan Rusun oleh kontraktor PT. Hagitasinar Lestarimegah dan konsultan PT. Yodya Karya (Persero) dengan nilai kontrak sebesar Rp 7,07 miliar bersumber dari DIPA Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR. Biaya pengadaan mebeler mencapai Rp 724 juta.

Turut mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid, dan Direktur Rumah Susun Ditjen Penyediaan Perumahan Kuswardono.

299 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *