KOTA LAMA BAKAL JADI SIHIR BARU SEMARANG

SEMARANG — Kota Semarang bakal kian nyaman dan menyenangkan, sehingga para wisatawan makin betah tinggal di Ibukota Provinsi Jawa Tengah itu. Selama ini para wisatawan kebanyakan hanya singgah di Semarang untuk meneruskan perjalanan ke Pulau Karimunjawa, atau ke Candi Borobudur.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yakin, setelah dilakukan penataan Kota Lama maka Semarang berubah menjadi kota yang makin banyak memiliki daya tarik.

Menteri Basuki mengatakan, penataan Kota Lama Semarang akan rampung pada akhir 2018. Proyek senilai Rp 156 miliar itu dikerjakan sejak 2017.

Di kawasan Kota Lama Semarang terdapat sejumlah bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa. Dulu kawasan itu merupakan pusat pemerintahan dan pusat perekonomian Hindia Belanda.

Saat mengunjungi Semarang, Minggu (27/5), Menteri Basuki menjelaskan bahwa penataan Kota Lama dilakukan dengan menata prasarana dan sarana kawasan. “Seperti utilitas saluran PDAM, kabel telfon dan listrik yang tidak tertata akan dibuat rapih melalui pemasangan Box Utility,” katanya.

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya juga memberikan fasilitas tambahan diseputar kawasan Kota Lama Semarang seperti tempat duduk panjang, tempat sampah, juga lampu penerangan jalan utama dan trotoar. Penataan lainnya meliputi pekerjaan jalan, dan perbaikan drainase, halte hingga 2 kolam retensi Berok dan Bubakan yang akan dipompa dialirkan menuju kali Semarang. Bertindak sebagai pelaksana pekerjaan adalah PT Brantas Abipraya.

“Kita tata dan kembangkan kawasan Kota Lama Semarang. Nantinya akan menjadi kawasan wisata yang bermanfaat seperti kegiatan Car Free Day, kuliner, maupun event berbasis budaya,” tambahnya.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Cipta Karya, Sri Hartoyo, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

853 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *