HASIL UN MENURUN KARENA PESERTA UNBK

JAKARTA — Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Totok Suprayitno, membantah penurunan hasil rata-rata Ujian Nasional (UN) disebabkan penurunan kualitas. Menurutnya penurunan disebabkan kian banyak sekolah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (28/5), Totok menegaskan bahwa sekolah dengan indeks integritas rendah pada 2017 ketika beralih ke moda komputer pada 2018 nilainya turun 28,01 poin. Sebaliknya sekolah penyelenggara UNBK selama dua tahun, mengalami kenaikan sebesar 0,33 poin.

“Jumlah sekolah yang mengikuti UNBK mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, hasilnya mengalami penurunan, bukan penurunan yang penuh tapi hasil koreksi,” paparnya.

Rata-rata hasil UN tingkat SPM/MTs tahun ini menurun ketimbang tahun sebelumnya. Pada 2017 hasil rata-rata UN mencapai 54,25 poin, tapi tahun ini hanya 51,08.

Penurunan terjadi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, dari 64,32 menjadi 64 poin. Bahasa Inggris menurun dari 50,19 menjadi 49,58 poin. Matematika dari 50,31 ke 43,32 poin. Sedangkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dari 52,18 ke 47,43 poin.

“Jumlah sekolah yang mengikuti UNBK tahun ini sebanyak 28.000 sekolah sementara jumlah peserta mencapai 63 persen,” papar Totok. (kn)

422 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *