POTENSI TALANG EMAS KAWASAN WISATA BANYUWANGI

BANYUWANGI – Pariwisata menjadi salah satu primadona perekonomian di era pemerintahan Presiden Jokowi. Keelokan berbagai daerah di Indonesia menyimpan daya pukau yang belum tereksplorasi maksimal. Salah satunya adalah Banyuwangi. Sebagai daerah yang berhubungan langsung dengan Samudera Hindia, dan merupakan ujung timur pulau Jawa, Banyuwangi merupakan Kabupaten terluas di Pulau Jawa. Luasnya sekitar 5.782,50 km dengan begitu banyak potensi pariwisata di dalamnya. Sebut misalnya area Taman Nasional Baluran, Pulau Merah, dan pariwisata Pantai Boom di dalam kota Banyuwangi sendiri. Pada 9 sampai 10 Mei 2018, Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan pemantauan perkembangan pembangunan salah satu potensi wisata Banyuwangi, yaitu Pantai Boom di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Banyuwangi, Jawa Timur.

Pantai Boom yang khas dengan pasir hitamnya ini memiliki posisi strategis di dalam kota yang bila dimanfaatkan dengan baik dapat menjadi talang emas sumber investasi di Banyuwangi, khususnya sebagai daerah pariwisata. Berangkat dari potensi besar tersebut, PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Wangi dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berintegrasi untuk membangun Boom Marina Banyuwangi, yaitu sebuah gagasan yang menyuguhkan keaslian Banyuwangi dan keunikan pariwisatanya. Dengan membagi wilayah Pantai Boom menjadi Public Marina dan Marina Luxury, Boom Marina Banyuwangi berencana untuk menyajikan fasilitas mulai dari dry beach, yacht club, lounge dan restoran, ponton apung, hingga private resort.

Beragam fasilitas tersebut dikemas dengan konsep yang menarik dan sesuai karakter budaya khas Banyuwangi yang dikenal sebagai budaya Osing. Di situ juga tetap ada pemandangan kapal-kapal nelayan sepanjang pantai Boom yang telah lama menjadi salah satu kampung nelayan. PT Pelindo III Cabang Tanjung Wangi menjelaskan bahwa pembangunan Boom Marina Banyuwangi konsepnya dengan melibatkan peran warga masyarakat sekitar. Dengan pendekatan ini bisa diatasi berbagai gesekan kepentingan atau potensi konflik dalam proses pembangunannya. “Masyarakat saat ini sangat mendukung pembangunan pantai Boom. Meskipun tadinya sempat ada konflik, namun dengan melibatkan masyarakat sebagai tenaga kerja, hal itu bisa diselesaikan,” jelas Nurlima Septanti, Supervisor Marketing PT Pelindo III Cabang Banyuwangi.

Septanti menjelaskan bahwa pembangunan Pantai Boom sejak tahun 2017 telah menyelesaikan beberapa bagian pembangunan seperti, persiapan lahan luxury resort Banyuwangi, pembuatan pedestrian & rest area Ecopark tahap I, penyiapan lahan lokasi parkir, boast yard & komersial area, pengadaan ponton apung, dan penyiapan lahan lokasi rencana hotel. Septanti juga menjelaskan ada sedikit kendala yang membuat pembangunan agak terhambat, yaitu belum adanya infrastruktur dasar konstruksi pembangunan jalan, jembatan, dan causeway, juga kontruksi untuk retaining wall. Selain itu, proses perizinan yang sangat panjang dan rumit juga menjadi kendala pembangunan.

2,036 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *