INI DIA 2 PRIORITAS JOKOWI-JK MENURUT MENTERI BASUKI

CIREBON — Sepanjang lima tahun, Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengutamakan dua prioritas pembangunan, yakni infrastruktur dan sumber daya manusia. Pembangunan infrastruktur digelar pada tahun pertama hingga empat, pembangunan manusia digeber di tahun kelima.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan hal itu saat memberi kuliah umum kepada para mahasiswa dan civitas akademika Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, Jawa Barat, Minggu (20/5).

Pada kuliah umum dengan tema “Pembangunan Infrastruktur Transportasi di Jawa Barat untuk Mendukung Perekonomian Nasional” itu Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa infrastruktur mendukung daya saing nasional di antaranya melalui ekspor produk Indonesia karena biaya logistik makin efisien. Infrastruktur juga berperan meningkatkan investasi baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Untuk meningkatkan konektivitas, pemerintah akan menyelesaikan pembangunan jalan tol baru sepanjang 1.852 kilometer. Sebelumnya kita hanya memiliki 870 kilometer jalan tol,” jelasnya.

Sementara di Jawa Barat, lanjut Basuki, dari anggaran PUPR tahun ini senilai Rp108 triliun maka alokasi untuk infrastruktur mencapai Rp5,4 triliun. Dari jumlah itu, sebagian besar diserap untuk membiayai bidang sumber daya air, sebanyak Rp3,02 triliun, karena provinsi itu merupakan lumbung pangan nasional. Di antaranya membangun Daerah Irigasi (DI) Leuwigoong, Rengrang dan Rentang yang akan meningkatkan Indek Pertanaman (IP) menjadi 250 persen.

DI Leuwigoong di Kabupaten Garut seluas 5.131 hektar saat ini progresnya sudah 94%. DI Rengrang di Kabupaten Sumedang seluas 3.819 hektar progresnya mencapai 45 persen dan DI Rentang yang akan mengairi areal Kabupaten Majalengka, Cirebon, Indramayu seluas 87.840 hektar dengan progres pembangunan mencapai 90%.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air juga tengah menyelesaikan pembangunan Bendungan Kuningan di Jawa Barat dengan kapasitas tampung 25 juta m3. Manfaat bendungan ini untuk irigasi seluas 1.000 hektar di Kabupaten Kuningan dan 2.000 hektar di Brebes. Selain itu sebagai sumber air baku sebesar 300 liter/detik dan potensi pembangkit listrik 0,5 MW dengan progres konstruksinya sudah 80%.

Selain bendungan dan irigasi juga dilakukan Pengembangan dan Rehabilitasi Permukaan, Rawa dan Tambak, Pengendali Banjir, Lahar, Pengelolaan Drainase Utama Perkotaan, dan Pengaman Pantai sepanjang 23,4 km, Pengelolaan Bendungan, Danau, dan Bangunan Penampung Air Lainnya (4 Bendungan, 11 embung dibangun, 8 embung direhabilitasi, Penyediaan dan Pengelolaan Air tanah dan Air Baku (56 titik).

Untuk alokasi anggaran Bidang Bina Marga sebesar Rp 1,47 Triliun utamanya untuk pemeliharaan rutin dan rehabilitasi Jalan dan jembatan. Selain itu juga dilakukan pelebaran jalan menuju standar sepanjang 26,9 km, pembangunan jalan baru 1,3 km.

Anggaran bidang Cipta Karya sebesar Rp 656 miliar yang difokuskan untuk penataan kawasan permukiman, pengembangan sistem air minum dan padat karya pembangunan jalan produksi, Kotaku (Kota Tanpa Kumuh), Sanimas dan Pamsimas.

Bidang penyediaan perumahan, alokasi anggaran di Jawa Barat sebesar Rp 312 miliar yang difokuskan untuk penyediaan perumahan berupa Rusun, Rusus dan rumah swadaya bagi masyarakat berpenghasilan rendah seperti nelayan.

Turut mendampingi Menteri Basuki yakni Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung Bob Arthur Lambogia dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja.

713 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *