INDONESIA SEDANG DIIRIS-IRIS, INI PENJELASAN MENKOMINFO

JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, saat ini terdapat suatu kekuatan yang berusaha memecah-belah Indonesia.

Upaya memecah-belah Indonesia, lanjut Menteri, dilakukan melalui hasutan-hasutan yang membuat anak-anak bangsa bertikai.

“Kita disuguhi hasutan-hasutan yang membuat kita bertikai dan tanpa sadar mengiris ikatan yang sudah puluhan tahun menyatukan segala perbedaan,” kata Menkominfo dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Deputi Bidang Aparatur Administrasi Sekretariat Negara, Cecep Sutiawan, pada Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 Tahun 2018, di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Sekretariat Kabinet (Setkab), di halaman parkir Kemensetneg, Jakarta, Senin (21/5) pagi.

Padahal, lanjut Menkominfo, saat ini merupakan masa yang paling menentukan bagi Bangsa Indonesia. Saat ini merupakan era yang menuntut untuk tidak buang-buang waktu demi mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain. “Momentum sekarang ini menuntut kita untuk tidak buang-buang energi, untuk berpikir dan lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan manusia Indonesia,” tegasnya.

Menkominfo menunjuk pada bonus demografi, yang akan berpuncak pada tahun 2028 sampai 2031 nanti, dimana angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah, yaitu 47,9 persen.

Proyeksi keuntungan bonus demografi itu, lanjut Menkominfo, akan tinggal menjadi proyeksi jika tidak dapat memaksimalkannya. Usia produktif hanya akan tinggal menjadi catatan tentang usia daripada catatan tentang produktivitas, jika mutu sumber daya manusia produktif pada tahun-tahun puncak bonus demografi tersebut tidak dapat mengungkit mesin pertumbuhan ekonomi.

Oleh sebab itu, Menkominfo Rudiantara mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjauh diri dari anasir-anasir pemecah belah dan konten-konten negatif di media sosial, agar anak-anak bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat darinya.

“Kita harus menjaga persatuan dalam memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapatkan barisan, jangan sampai terpecah belah,” tutur Rudiantara.

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 itu dihadiri oleh Wakil Sekretaris Kabinet (Waseskab) Ratih Nurdiati, Deputi Dukungan Kerja Kabinet Yuli Harsono, para pejabat eselon I, II, III, IV serta para pegawai dari Kemensetneg, Sekretaris Kabinet (Setkab) dan lembaga kepresidenan lainnya.

884 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *