Kementerian PUPR Bangun 2 Rusunawa Pegawai Lapas Nusakambangan

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2018 menargetkan pembangunan Rumah Susun (Rusun) di berbagai wilayah di Indonesia dengan total jumlah unitnya mencapai 13.405 unit. Rusun ini diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), mahasiswa, santri, pekerja dan ASN/TNI/Polri. Salah satunya Rumah Susun (Rusun) Sewa yang akan dibangun tahun ini adalah Rusun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

“Para pegawai di Kemenkumham khususnya para sipir Lapas Nusakambangan juga layak mendapatkan bantuan Rusunawa dari pemerintah. Tugas mereka cukup berat, dengan adanya Rusun diharapkan mendukung tugas dan kewajiban mereka di lapangan,” kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Pembangunan akan dilakukan sebanyak dua tower yang berlokasi di Pulau Nusakambangan yakni di Desa Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. Dua Rusun yang akan dibangun, satu Rusun memiliki tinggi 3 lantai dengan kapasitas 42 unit berukuran tipe 36 senilai Rp 16 miliar. Satu Rusun lainnya tinggi 4 lantai dengan kapasitas 50 unit tipe 24 senilai Rp 13,4 miliar.

Selain di Nusakambangan, Kementerian PUPR juga membangun satu tower Rusun ASN Kemenkumham yang bekerja di Kantor Imigrasi Kelas I Kota Batam. Rusun akan dibangun setinggi 3 lantai tipe 36 kapasitas 42 unit dengan anggaran senilai Rp 13,8 miliar. Lokasi pembangunan berada di Jalan Dang Merdu, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Pembangun Rusun bagi ASN Kemenkum HAM pada tahun 2017 telah dilakukan oleh Kementerian PUPR yakni satu tower Rusun di Kantor Imigrasi Kelas I Bali. Rusun tiga lantai dengan tipe 36 meter persegi tersebut memiliki 47 unit hunian dengan anggaran senilai Rp 14,6 miliar.

Sementara itu, Sekjen Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto menyampaikan ASN Kantor Imigrasi dan yang bekerja di Lapas Nusakambangan membutuhkan hunian yang nyaman dan layak huni. Pihaknya berterimakasih atas perhatian Kementerian PUPR terhadap ASN Kemenkumham. Ketersediaan Rusun tersebut sangat penting untuk menunjang kinerja para pegawai, apalagi lokasi Rusun tidak jauh dari tempat mereka bekerja nantinya.

“Rusunawa di Nusakambangan tentunya akan sangat membantu kinerja ASN kami, karena Lapas Nusakambangan akan dijadikan Lapas untuk narapidana risiko tinggi seperti bandar narkoba dan tahanan teroris. Kami berharap pembangunannya bisa segera terlaksana dengan baik,” harapnya.

607 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *